<FONT FACE="georgia" color="White"> "Membangun Generasi Islami"

Selasa, 04 November 2008

makalah

SENI MUSIK SALAH SATU MEDIA PEMBELAJARAN

DI RAUDLATUL ATHFAL

OLEH : N. Imas Fatonah, S.Pd.I.


DISAMPAIKAN PADA ACARA PELATIHAN PENINGKATAN MUTU FASILITATOR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT



I. Pendahuluan

Musik adalah bagian dari kehidupan dan perkembangan jiwa manusia. Sejak anak dilahirkan, dia lebih memiliki beberapa aspek tertentu dari musik yang menjadi bagian pengalaman alami dari kehidupannya.

Semasa kecil, anak mendengar nyanyian dari ibunya. Tumbuh menjadi besar, dia bermain dan bernyanyi dengan temannya. Lagu yang didengarkannya dan diresapinya adalah lagu lingkungannya, kampungnya, daerahnya, dan musik Indonesia.

Dari lagu itu ia menghayati arti hormat pada orang tua, sayang sesamanya, kagum akan kebesaran Tuhan, cinta tanah air. Dalam dirinya tumbuh dan berkembang nilai-nilai yang membantu mengubah sikap perilakunya menapak kedewasaan, disamping menumbuhkembangkan minat dan bakat musiknya.

Musik tidak saja memperkaya kehidupan rohani, tetapi juga memberikan keseimbangan hidup bagi manusia. Dengan musik, manusia tidak saja dapat mengungkapkan pikiran dan perasaan hatinya, melainkan juga dapat mengendalikan aspek emosional yang timbul dari hatinya.


II. Fungsi Nyanyian Anak-anak

Nyanyian ( lagu adalah bagian dari musik. Nyanyian tiada lain adalah suatu bentuk ungkapan pikiran dan perasaan seseorang melalui nada dan kata, berwawasan cita rasa keindahan, citarasa estetika. Dikatakan juga, nyanyian ( musik ) merupakan alat untuk mencurahkan pikiran dan perasaan untuk berkomunikasi. Nyanyian memiliki fungsi social selama nyanyian itu dikomunikasikan.

Kekuatan nyanyian pada fungsi ini dapat kita lihat pada pendidikan. Melalui nyanyian, kita berupaya membantu diri anak menuju kedewasaan dalam hal menumbuh kembangkan aspek fisik, intelegensi, emosi dan rasa social anak.

Badan/Struktur fungsi nyanyian anak-anak

Fisik

Intelegensi

Emosi

Sosial

Jasmani

Pikir

Rasa/Haru

Hubungan dengan orang lain

Pertumbuhan fisik yang selaras

- Kreatif

- Imajinatif

Kasih sayang, senang

Menolong,perhatian, kepentingan umum

Dengan demikian, dengan nyanyian :

  1. Anak dapat melakukan kegiatan melatih otot tubuhnya seperti pada senam,
  2. Anak dapat menambah perbendaharaan kata-kata ( bahasa ), meniru, berimajinasi, berfantasi.
  3. Anak dapat menyalurkan emosinya,. merasa senang.
  4. Seperti pada nyanyian “ dolanan “, anak belajar bersama mematuhi aturan permainan, mengurangi atau menghilangkan kecenderungan mementingkan diri sendiri.

III. Kriteria Nyanyian Anak-anak

Atas dasar uraian tersebut diatas, maka nyanyian yang sesuai untuk anak-anak, adalah antara lain :

  1. Nyanyian yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan diri anak ( aspek fisik, intelegensi, emosi, social ). Tahukah anda bahwa otak kita terdiri atas dua belahan ?. Lebih jauh tahukah anda bahwa kedua belahan itu merupakan dua otak yang terpisah ? Telah diketahui bahwa otak manusia terdiri atas dua belahan, yakni belahan kiri dan belahan kanan. Juga telah diketahui bahwa jika belahan otak kiri mengalami kerusakan, maka badan sebelah kanan cenderung lumpuh, dan juga jika belahan otak kanan mengalami kerusakan, maka belahan badan kiri cenderung lumpuh. Dengan perkataan lain , masing-masing belahan otak mengendalikan belahan badan yang berlawanan sisi. Profesor Robert Ornstein dari Universitas California menyelesaikan penelitian yang hasilnya mempertegas perbedaan aktivitas-aktivitas yang dikendalikan oleh kedua belahan otak tersebut.

1. Matematika

2. Bahasa

Belahan otak kiri mengendalikan 3. Logika

aktivitas-aktivitas : 4. Analisis

5. Menulis

1. Imajinasi

2. Warna

Belahan otak kanan menangani 3. Musik

aktivitas-aktivitas 4. Irama/ritme

5. Melamun


Ornstein juga menemukan bahwa orang yang sudah terbiasa memakai salah satu belahan otaknya, relative sulit menggunakan belahan otak lainnya, baik dalam situasi umum maupun khusus.

Yang lebih penting lagi, Ornstein menemukan bahwa apabila belahan otak yang “ lebih lemah “ dirangsang dan disuruh bekerja bersama belahan otak yang

“ lebih kuat “ , maka akan tercipta kemampuan dan efektivitas otak yang jauh lebih besar ( tinggi )


2. Nyanyian itu bertolak dari kemampuan yang telah dimiliki anak :

a. Isi lagu sesuai dengan dunia anak

b. Bahasa yang digunakan sederhana

c. Luas wilayah nada sepadan dengan kesanggupan alat suara dan pengucapan anak.

d. Tema lagu, antara lain mengacu pada GBPKB RA.

Contoh nyanyian yang menggabungkan otak kiri dan otak kanan :

“ Ikan kesayangan “

IV. Hakekat nyanyian Anak-anak

1. Nyanyian ( lagu, musik ) adalah bahasa Emosi.

Nyanyian adalah bahasa emosi, karena dengan nyanyian anak dapat

mengungkapkan perasaannya, rasa senang, lucu, kagum, haru

2. Nyanyian adalah bahasa nada

Nyanyian adalah bahasa nada, karena nyanyian dapat didengar, dapat

dinyanyikan, dan dikomunikasikan.

3. Nyanyian adalah bahasa gerak.

Gerakan pada nyanyian tergambar pada birama ( gerak, ketukan yang teratur), pada

irama ( gerak/ketukan panjang, pendek, tidak teratur ), dan pada melodi ( gerakan

tinggi rendah ).

Dengan demikian, bernyanyi untuk anak-anak bukan saja menyuarakan lagu, tetapi sekaligus membawakan isi dan makna nyanyian, dan meragakan nyanyian dengan gerak, seperti gerak bebas atau gerak tari.

V. Mengajarkan Nyanyian Dan Penggunaan Alat musik

Berikut ini dicantumkan beberapa hal tentang bagaimana mengajarkan nyanyian pada anak-anak, yaitu antara lain :

1. Pembuka

Sebelum nyanyian diajarkan, sebaiknya anak-anak diarahkankepada isi dan

maksud nyanyian yang sedangakan diajarkan, melalui Tanya jawab. Peranan guru

disini sebagai motivator, informatory.

2. Pelaksanaan

Berikut ini dicantumkan pokok-pokok mengajarkan nyanyian pada anak-anak.

a. Anak-anak belajar nyanyian dengan cara meniru

Nyanyian yang pendek diajarkan secara keseluruhan.

Biasakan mengambil nada, sebelum mulai bernyanyi.

b. Nyanyian yang agak panjang diajarkan secara kalimat demi kalimat.

c. Bila mengajarkan nyanyian, sebaiknya digunakan juga alat peraga, seperti

gambar, mainan, yang ada hubungannya dengan isi nyanyian. Maksudnya

antara lainuntuk menarik minat anak-anak, dan membangkitkan daya

khayalannya.

d. Alat musik, dalam hal ini pada umumnya alat perkusi ( alat pukul ) disertakan

setelah nyanyian dikuasai anak.

Penggunaan alat perkusi dapat menanamkan secara praktis rasa ritmis dalam

diri anak.

  1. Suruh anak-anak melakukan gerak bebas atau gerak lari sambil mendengarkan

nyanyian atau ikut bernyanyi.

VI. Mengarang Nyanyian Anak-anak,

a. Kemampuan Dasar Musik

Untuk dapat mengarang nyanyian, ( calon ) pengarang nyanyian perlu memiliki setidak tidaknya kemampuan dasar musik, yakni :

  1. Kemampuan mendengar
  2. Kemampuan bernyanyi
  3. kemampuan berkreativitas.

1. Kemampuan Mendengar

Untuk mendengar adalah kemampuan yang sangat pokok. Orang yang sumbang bernyanyi, salah satu diantara sebabnya, karena kemampuan mendengarnya kurang, kurang dapat mengangkat nada dengan tepat, kurang dapat merasakan denyut irama/birama dengan baik, dan kurang dapat mengungkapkan melodi dengan benar. Karena itu, melatih kemampuan ini perlu dilakukan terus menerus dengan mendengarkan musik disetiap kesempatan.

2. Kemampuan Bernyanyi

Kemampuan mendengar nada, irama/birama, dan melodi hendaknya diragakan kembali dalam bentuk bernyanyi ( nyanyian/ lagu apa saja ). Kalau tidak, kemampuan mendengar yang telah dimiliki akan tidak berguna. Makin sering kita bernyanyi, makin mantap hasil dari kemampuan mendengar. Sebaliknya, orang tadinya memiliki kemampuan bernyanyi tinggi, tetapi kurang atau jarang bernyanyi, maka hasil kemampuannn yang telah dimilikinya akan menipis.

3. Kemampuan Berkreativitas

Bernyanyi ( bermusik ) adalah kegiatan kreatif. Bernyanyi dengan ekspresi bernyanyi dengan gaya, bernyanyi dengan gerak tari. Bernyanyi mengembangkan imajinasi. Sebuah ciptaan nyanyian, betapapun sederhanya, adalah hasil yang kreatif dan imajinasi. Dalam menagarang nyanyian peranan kreativitas dan imajinasi dapat menentukan kualitas suatu ciptaan nyanyian.

b. Unsur Pokok Musik

Musik Adalah paduan keseimbangan tiga unsur pokok musik yaitu : Irama, Melodi, dan Harmoni.

  1. Irama adalah denyut jantung musik, yang memberikan rasa hidup pada musik.
  2. Melodi adalah jiwa musik yang menyimpan daya kekuatan serta dapat menggerakkan fikiran dan perasaan.
  3. Harmoni adalah kerangka komposisi, yang menopang melodi serta memberi sifat dan watak tertentu pada musik.

Untuk memberikan rasa hidup, menggerakkan perasaan dan fikiran, serta memberikan sifat dan watak tertentu, pembelajaran musik bagi anak dilakukan dengan memberikan pengalaman musik pada anak

1 komentar:

dr. A. Muchtar Nasir mengatakan...

Boleh juga sharing link mengenai permainan anak disinidan mengenai Memori anak...