<FONT FACE="georgia" color="White"> "Membangun Generasi Islami"

Kamis, 27 November 2008

Angkatan 2008

Lomba Desain Blog

LOMBA DESAIN WEB/ BLOG

Kebutuhan akan kemampuan teknologi informasi merupakan sebuah keharusan dalam rangka menggali informasi sekaligus memperluas pengetahuan serta perkembangan baik di bidang ekonomi, politik sosial budaya serta teknologi.

Dalam rangka meningkatkan kualitas serta kemammpuan di bidang teknologi informasi, PT. Telkom Kota Sukabumi berkerjasama dengan Departemen Agama Kota Sukabumi menyelenggarakan “Lomba Desain Blog” yang diikuti oleh seluruh lembaga pendidikan di lingkungan Depag se-kabupaten & kota mulai dari tingkat RA/TK, MI, MTs dan MA.

H. Ohan Jauharudin, S.Ag sebagai salah satu peserta utusan dari RA Plus LEMKA dengan tampilan blog www.ralemka.blogsppot.com berhasil meraih peringkat ke 2 dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh PT. Telkom-Depag Kota Sukabumi tersbut. Adapun penghargaan secara langsung diserahkan oleh Pimpinan PT. Telkom Kota Sukabumi pada hari Rabu, 18 Maret 2009 bertempat di gedung Pusat Kajian Islam (Puski).

PENERIMAAN SISWA BARU 2009-2010

PENERIMAAN SISWA BARU 2009-2010

Secara substansial, pendidikan mempunyai dua fungsi utama, yaitu konservasi nilai-nilai kultur yang dijunjung tinggi masyarakat, dan adaptasi terhadap berbagai tuntutan dan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk peyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan, daya cipta, kecerdasan emosi kecerdasan jamak dan kecerdasan spiritual.

RA Plus Lemka merupakan bagian integral dari pengembangan pogram pendidikan di Peantren Kaligafi Alquran Lemka. Keberadaannya telah memberikan arti yang cukup penting dalam ikut serta menciptakan generasi qur’ani dan menciptakan kondisi masyarakat yang lebih Islami.

Dengan kurikulum yang dipadu serta dikemas dalam sistem yang Khas, diharapkan siswa/I memiliki kematangan Iman, Ilmu dan Amal.

Melalui penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi kepada pemahaman keislaman, terus diupayakan agar peserta didik dapat terus megembangkan potensi diri dengan sebaik-baiknya.

Dalam rangka menghadapi tahun ajaran baru 2009-2010, RA Plus Lemka menerima Pendaftaran Siswa Baru mulai dari tanggal 1 April – 15 Juli 2009.

Senin, 10 November 2008

makalah

PENGEMBANGAN & INOVASI

EVALUASI DAN SUPERVISI RAUDHATUL ATHFAL (RA)

Dra. Hj. Nurjanah Rais

Mengapa pendidikan di Indonesia kurang berhasil ?

Apa yang salah dengan kita mengajar ?


PENGAJAR

  • Jangan pernah mengajari orang lain bila anda tidak ingin diajari
  • Belajar untuk belajar
  • Mengajar untuk diri sendiri agar belajar

MENGENALI OBYEK YANG DIAJAR

  • Siapa Obyeknya
  • Bagaimana karakter dasarnya
  • Dari mana asalnya
  • Bagaimana tehnik mengajar mereka

KARAKTER GURU

  • Pendidikan yang pas-pasan
  • Kurang berfikir kritis
  • Kaku
  • Muram dan serius
  • Kurang tanggung jawab
  • Mengambil jalan pintas
  • Mementingkan materi
  • Menerima nasib


AKIBAT YANG DIHASILKAN

  • Tawuran antar pelajar
  • Seks bebas
  • Narkoba
  • Merosotnya aklak dan nilai –nilai Islam
  • Pengangguran intelek
  • Mati kreativitas


Selasa, 04 November 2008

makalah

SENI MUSIK SALAH SATU MEDIA PEMBELAJARAN

DI RAUDLATUL ATHFAL

OLEH : N. Imas Fatonah, S.Pd.I.


DISAMPAIKAN PADA ACARA PELATIHAN PENINGKATAN MUTU FASILITATOR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT



I. Pendahuluan

Musik adalah bagian dari kehidupan dan perkembangan jiwa manusia. Sejak anak dilahirkan, dia lebih memiliki beberapa aspek tertentu dari musik yang menjadi bagian pengalaman alami dari kehidupannya.

Semasa kecil, anak mendengar nyanyian dari ibunya. Tumbuh menjadi besar, dia bermain dan bernyanyi dengan temannya. Lagu yang didengarkannya dan diresapinya adalah lagu lingkungannya, kampungnya, daerahnya, dan musik Indonesia.

Dari lagu itu ia menghayati arti hormat pada orang tua, sayang sesamanya, kagum akan kebesaran Tuhan, cinta tanah air. Dalam dirinya tumbuh dan berkembang nilai-nilai yang membantu mengubah sikap perilakunya menapak kedewasaan, disamping menumbuhkembangkan minat dan bakat musiknya.

Musik tidak saja memperkaya kehidupan rohani, tetapi juga memberikan keseimbangan hidup bagi manusia. Dengan musik, manusia tidak saja dapat mengungkapkan pikiran dan perasaan hatinya, melainkan juga dapat mengendalikan aspek emosional yang timbul dari hatinya.


II. Fungsi Nyanyian Anak-anak

Nyanyian ( lagu adalah bagian dari musik. Nyanyian tiada lain adalah suatu bentuk ungkapan pikiran dan perasaan seseorang melalui nada dan kata, berwawasan cita rasa keindahan, citarasa estetika. Dikatakan juga, nyanyian ( musik ) merupakan alat untuk mencurahkan pikiran dan perasaan untuk berkomunikasi. Nyanyian memiliki fungsi social selama nyanyian itu dikomunikasikan.

Kekuatan nyanyian pada fungsi ini dapat kita lihat pada pendidikan. Melalui nyanyian, kita berupaya membantu diri anak menuju kedewasaan dalam hal menumbuh kembangkan aspek fisik, intelegensi, emosi dan rasa social anak.

Badan/Struktur fungsi nyanyian anak-anak

Fisik

Intelegensi

Emosi

Sosial

Jasmani

Pikir

Rasa/Haru

Hubungan dengan orang lain

Pertumbuhan fisik yang selaras

- Kreatif

- Imajinatif

Kasih sayang, senang

Menolong,perhatian, kepentingan umum

Dengan demikian, dengan nyanyian :

  1. Anak dapat melakukan kegiatan melatih otot tubuhnya seperti pada senam,
  2. Anak dapat menambah perbendaharaan kata-kata ( bahasa ), meniru, berimajinasi, berfantasi.
  3. Anak dapat menyalurkan emosinya,. merasa senang.
  4. Seperti pada nyanyian “ dolanan “, anak belajar bersama mematuhi aturan permainan, mengurangi atau menghilangkan kecenderungan mementingkan diri sendiri.

III. Kriteria Nyanyian Anak-anak

Atas dasar uraian tersebut diatas, maka nyanyian yang sesuai untuk anak-anak, adalah antara lain :

  1. Nyanyian yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan diri anak ( aspek fisik, intelegensi, emosi, social ). Tahukah anda bahwa otak kita terdiri atas dua belahan ?. Lebih jauh tahukah anda bahwa kedua belahan itu merupakan dua otak yang terpisah ? Telah diketahui bahwa otak manusia terdiri atas dua belahan, yakni belahan kiri dan belahan kanan. Juga telah diketahui bahwa jika belahan otak kiri mengalami kerusakan, maka badan sebelah kanan cenderung lumpuh, dan juga jika belahan otak kanan mengalami kerusakan, maka belahan badan kiri cenderung lumpuh. Dengan perkataan lain , masing-masing belahan otak mengendalikan belahan badan yang berlawanan sisi. Profesor Robert Ornstein dari Universitas California menyelesaikan penelitian yang hasilnya mempertegas perbedaan aktivitas-aktivitas yang dikendalikan oleh kedua belahan otak tersebut.

1. Matematika

2. Bahasa

Belahan otak kiri mengendalikan 3. Logika

aktivitas-aktivitas : 4. Analisis

5. Menulis

1. Imajinasi

2. Warna

Belahan otak kanan menangani 3. Musik

aktivitas-aktivitas 4. Irama/ritme

5. Melamun


Ornstein juga menemukan bahwa orang yang sudah terbiasa memakai salah satu belahan otaknya, relative sulit menggunakan belahan otak lainnya, baik dalam situasi umum maupun khusus.

Yang lebih penting lagi, Ornstein menemukan bahwa apabila belahan otak yang “ lebih lemah “ dirangsang dan disuruh bekerja bersama belahan otak yang

“ lebih kuat “ , maka akan tercipta kemampuan dan efektivitas otak yang jauh lebih besar ( tinggi )


2. Nyanyian itu bertolak dari kemampuan yang telah dimiliki anak :

a. Isi lagu sesuai dengan dunia anak

b. Bahasa yang digunakan sederhana

c. Luas wilayah nada sepadan dengan kesanggupan alat suara dan pengucapan anak.

d. Tema lagu, antara lain mengacu pada GBPKB RA.

Contoh nyanyian yang menggabungkan otak kiri dan otak kanan :

“ Ikan kesayangan “

IV. Hakekat nyanyian Anak-anak

1. Nyanyian ( lagu, musik ) adalah bahasa Emosi.

Nyanyian adalah bahasa emosi, karena dengan nyanyian anak dapat

mengungkapkan perasaannya, rasa senang, lucu, kagum, haru

2. Nyanyian adalah bahasa nada

Nyanyian adalah bahasa nada, karena nyanyian dapat didengar, dapat

dinyanyikan, dan dikomunikasikan.

3. Nyanyian adalah bahasa gerak.

Gerakan pada nyanyian tergambar pada birama ( gerak, ketukan yang teratur), pada

irama ( gerak/ketukan panjang, pendek, tidak teratur ), dan pada melodi ( gerakan

tinggi rendah ).

Dengan demikian, bernyanyi untuk anak-anak bukan saja menyuarakan lagu, tetapi sekaligus membawakan isi dan makna nyanyian, dan meragakan nyanyian dengan gerak, seperti gerak bebas atau gerak tari.

V. Mengajarkan Nyanyian Dan Penggunaan Alat musik

Berikut ini dicantumkan beberapa hal tentang bagaimana mengajarkan nyanyian pada anak-anak, yaitu antara lain :

1. Pembuka

Sebelum nyanyian diajarkan, sebaiknya anak-anak diarahkankepada isi dan

maksud nyanyian yang sedangakan diajarkan, melalui Tanya jawab. Peranan guru

disini sebagai motivator, informatory.

2. Pelaksanaan

Berikut ini dicantumkan pokok-pokok mengajarkan nyanyian pada anak-anak.

a. Anak-anak belajar nyanyian dengan cara meniru

Nyanyian yang pendek diajarkan secara keseluruhan.

Biasakan mengambil nada, sebelum mulai bernyanyi.

b. Nyanyian yang agak panjang diajarkan secara kalimat demi kalimat.

c. Bila mengajarkan nyanyian, sebaiknya digunakan juga alat peraga, seperti

gambar, mainan, yang ada hubungannya dengan isi nyanyian. Maksudnya

antara lainuntuk menarik minat anak-anak, dan membangkitkan daya

khayalannya.

d. Alat musik, dalam hal ini pada umumnya alat perkusi ( alat pukul ) disertakan

setelah nyanyian dikuasai anak.

Penggunaan alat perkusi dapat menanamkan secara praktis rasa ritmis dalam

diri anak.

  1. Suruh anak-anak melakukan gerak bebas atau gerak lari sambil mendengarkan

nyanyian atau ikut bernyanyi.

VI. Mengarang Nyanyian Anak-anak,

a. Kemampuan Dasar Musik

Untuk dapat mengarang nyanyian, ( calon ) pengarang nyanyian perlu memiliki setidak tidaknya kemampuan dasar musik, yakni :

  1. Kemampuan mendengar
  2. Kemampuan bernyanyi
  3. kemampuan berkreativitas.

1. Kemampuan Mendengar

Untuk mendengar adalah kemampuan yang sangat pokok. Orang yang sumbang bernyanyi, salah satu diantara sebabnya, karena kemampuan mendengarnya kurang, kurang dapat mengangkat nada dengan tepat, kurang dapat merasakan denyut irama/birama dengan baik, dan kurang dapat mengungkapkan melodi dengan benar. Karena itu, melatih kemampuan ini perlu dilakukan terus menerus dengan mendengarkan musik disetiap kesempatan.

2. Kemampuan Bernyanyi

Kemampuan mendengar nada, irama/birama, dan melodi hendaknya diragakan kembali dalam bentuk bernyanyi ( nyanyian/ lagu apa saja ). Kalau tidak, kemampuan mendengar yang telah dimiliki akan tidak berguna. Makin sering kita bernyanyi, makin mantap hasil dari kemampuan mendengar. Sebaliknya, orang tadinya memiliki kemampuan bernyanyi tinggi, tetapi kurang atau jarang bernyanyi, maka hasil kemampuannn yang telah dimilikinya akan menipis.

3. Kemampuan Berkreativitas

Bernyanyi ( bermusik ) adalah kegiatan kreatif. Bernyanyi dengan ekspresi bernyanyi dengan gaya, bernyanyi dengan gerak tari. Bernyanyi mengembangkan imajinasi. Sebuah ciptaan nyanyian, betapapun sederhanya, adalah hasil yang kreatif dan imajinasi. Dalam menagarang nyanyian peranan kreativitas dan imajinasi dapat menentukan kualitas suatu ciptaan nyanyian.

b. Unsur Pokok Musik

Musik Adalah paduan keseimbangan tiga unsur pokok musik yaitu : Irama, Melodi, dan Harmoni.

  1. Irama adalah denyut jantung musik, yang memberikan rasa hidup pada musik.
  2. Melodi adalah jiwa musik yang menyimpan daya kekuatan serta dapat menggerakkan fikiran dan perasaan.
  3. Harmoni adalah kerangka komposisi, yang menopang melodi serta memberi sifat dan watak tertentu pada musik.

Untuk memberikan rasa hidup, menggerakkan perasaan dan fikiran, serta memberikan sifat dan watak tertentu, pembelajaran musik bagi anak dilakukan dengan memberikan pengalaman musik pada anak

Jumat, 31 Oktober 2008

profile pontren lemka



SEKILAS PROFILE PESANTREN KELIGRAFI AL QUR’AN LEMKA

Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka merupakan Pesantren pertama di Indonesia yang mengelola pendidikan dan pelatihan di bidang seni kaligrafi secara khusus. Berdiri di atas tanah wakaf dan tanah usaha wakaf yang terletak di jl. Bhineka Karya no. 53 kelurahan Karamat kecamatan Gunung Puyuh kota Sukabumi Jawa Barat. Dibuka awal studinya setiap tanggal 9 Agustus.

Pesantren yang didirikan oleh Bapak Drs. KH. Didin Sirojuddin AR, M.Ag., merupakan labolatium Lembaga Kaligrafi Al qur'an (Lemka) yang didirikan pada tanggal 20 April 1985 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta -sekarang UIN- yang bertujuan mengembangkan seni kaligrafi di Indonesia.

Di Peantren ini semua santri mulai dari tingkat anak-anak sampai dewasa diarahkan untuk menciptakan para khattat, pelukis kaligrafi, dan guru khat yang mahir dan berwawasan seni Islam yang luas, berani tampil berkompetisi dalam event-event lomba kaligrfai nasional, ASEAN, dan internasional.

Aktivitas Pesantren diikuti oleh para santri diklat, kursus intensif, pesantren kilat, TK Islam/ Raudlatul Athfal (RA), TKQ-TPQ Plus yang dikembangkan secara bertahap hingga menciptakan kemahiran

* Program:
- Pendidikan & Pelatihan Kaligrafi selama 1 tahun (wajib mukim)
- Program Kursus Kaligrafi Intensif selama (bagi yang tidak mukim)
- RA/ TK Islam Plus
- TKA/ TPA/TQA Plus

* Sistim Pembelajaran
Sistim pembelajaran santri selalu berorientasi kepada suasana belajar yang bernuansakan rekreatif, antara lain: Melukis di alam terbuka, Safari seni ke Jelekong Bandung (kampung pelukis), diskusi seni budaya Islam, dll.

* Materi :
- Menulis & Melukis Kaligrafi
- Pengembangan Wawasan Seni Islam & Kesanggaran
- Pengkaderan Guru Kaligrafi
- Kewirausahaan
- Pameran lukisan kaligrafi
- Kegiatan sosial

* Santri:
Santri terdiri dari putra dan putri yang berasal dari berbagai daerah antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI, Kalimantan, Sulawesi, Jambi, Kepri, Riau, Bengkulu, Palembang, Medan, Padang, Maluku, NTB, Jepang (1 orang putri)

* Prestasi
Selain Menulis Dekorasi di beberapa mesjid, melukis kaligrafi merupakan salah satu sumber ekonomi bagi santri untuk menunjang belajar, para santri dan alumni Lemka berhasil dalam setiap vent kompetisi kaligrafi/MTQ sampai engan tingkat nasional. beberapa kali juga berhasil merebut kejuaraan kaligrafi ASEAN yang dilaksanakan di Brunei Darussalam 2 tahun 1x.

Rabu, 29 Oktober 2008

Profile RA


PROFILE RA

NIS.:03.2.23.72.01.052

Selayang Pandang :

Kegiatan pembelajaran pada usia dini senantiasa berorientasi kepada kebutuhan sesuai dengan perkembangan usia anak. Sejak 1999 program pendidikan terhadap anak usia dini sudah mulai dirintis dengan sistem pendidikan TPA Plus.

Melihat perkembangan, minat serta dukungan masyarakat yang cukup baik, tepatnya pada tanggal 16 Juni 2006 dilakukan perubahan sistem kurikulum pendidikan menjadi RA Plus Lemka. Hal tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas serta kuantitas proses belajar mengajkar sehingga dapat melahirkan generasi-genasi yang cerdas, kreatif, inovatif dan berakhlaqul karimah. Selain itu RA Plus Lemka mengupayakan anak didiknya memiliki optimalisasi perkembangan pada semua aspek baik fisik maupun psikhis. Mereka memiliki kompetensi moral, agama, sosio emosional (akhlaq), kognitif (matematik & sains), bahasa, fisik (motorik), serta kompetensi seni.

RA Plus Lemka senantiasa mengoptimalkan pengenalan serta kemampuan anak dalam bidang seni tuliis arab (kaligrafi alquran) disertai cara membaca dengan baik dan benar. Hal ini sesuai dengan program induk kelembagaan dalam misi pengembangan Seni Kaligrafi Islam di nusantara. Dengan demikian, RA Plus Lemka berharap dapat membantu orang tua dalam meningkatkan mutu serta kuwalitas perkembngan pendidikan anak sejak usia dini.

Visi :

“Membentuk generasi Cerdas, Kreatif, Inovatif, Percaya Diri dan Berakhlaqul Karimah”

Misi:

  • Memberdayakan RA sebagai pusat pendidikan anak usia dini yang beriman, berilmu dan beramal
  • Menciptakan kerjasama yang baik antara masyarakat dan lembaga dalam rangka terwujudnya tujuan pendidikan

Sistim Pembelajaran:

  • sistem KBK 2004 dipadukan dengan kurikulum Pesantren.
  • Nuansa bermain/rekreatif dibantu dengan sarana Audio Visual (TV, Video)
  • vasilitas penunjang lainnya.
Strategi:
Menciptakan suasana belajar siswa sambil bermain

Kurikulum:
Kurikulum yang digunkan adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi yang dipadukan dengan kurikulum peasntren yang mengacu kepada perkembangan usia anak didik, meliputi:
  • Akidah & akhlaq
  • Ibadah syari'ah
  • Al-qur'an & al-hadits
  • Aspek seni (khususnya seni kaligrafi Islam)
  • Aspek bahasa
  • Aspek kognitif
  • Aspek Motorik
Prestasi:
  • Juara II exibisi mewarnai tingkat propinsi tahun 2008
  • Harapan II lomba mencocokan kartu kartu dan gambar tingkat kotamadya tahun 2008
  • Juara III mewarnai tingkat kotamadya tahun 2008
  • Juara III mewarnai Fstival Anak Sholeh tingkat kotamadya tahun 2007
  • Juara III mewarnai tingkat kotamadya tahun 2006
  • Juara tari anak sholeh tingkat kecamatan tahun 2006
  • Juara I tahfidz al-qur'an juz 30 tahun 2006
  • dll